Catetan Babe Ridwan Saidi (30): Yang Belon Krisis Angin

Catetan Babe Ridwan Saidi (30): Yang Belon Krisis Angin
Ridwan Saidi, Budayawan




Oleh : Ridwan Saidi, Budayawan

Krisis enerji, finance, food mulai terasa dan itu mulai dari China. Tendensi serial kudeta militer sangat mungkin terjadi di-mana2 setelah Myanmar, Mali, Republik Afrika Tengah, Guinea dan Sudan. Kudeta2 ini terjadi dalam time frame pengepungan kepada China 2020-2021.

Di sini krisis enerji mulai terasa. Solar dan pertalite kadang2 susah didapat di sejumlah tempat.

Krisis finance sudah banyak dibahas para ahli. Bulan2 ke depan keadaan makin sulit. Kata pakar econ.




Ironisnya, beberapa pengusaha pengembang anggap situasi politik tak berkembang. Lalu seenaknya raup tanah orang. Pas muncul kasus tanah Rocky Gerung di Sentul timbul perlawanan yang tak diduga pengusaha tersebut. Pengusaha itu akhirnya menyerah.

Hal hampir serupa terjadi di Sulawesi Utara, Brigjen TNI Junior Tilaar tampil membela rakyat yang tanah adatnya mau digagahi pengembang.

Gerakan anti mainstream terus konsolidasi. Rejim dan pendukungnya bicara hal2 yang tidak relevan: ibukota baru, kereta cepat, kementerian ini dibikin buat ormas saya, tetap ke sorga walau keyakinan dasar pagi lain sore lain.

Tidak ada ikhtiar dari pihak rejim dan pendukungnya untuk antisipasi kemungkinan buruk yang akan menimpa Indonesia setidaknya di bidang finec, finance dan econ.

Sekelompok pengusaha gelar pertemuan dengan karpet merah. Entahlah mereka membahas apa. Ada lah yang mereka bahas.

Kita tidak tau fakta2 dan situasi yang tidak mengenakan ini akan berproses kemana. Ente kasi sobar. (RSaidi)

EDITOR : REYNA







banner 468x60