LaNyalla Dan Gagasan Amandemen (4): Memotong Akar Ketidakadilan Sosial

LaNyalla Dan Gagasan Amandemen (4): Memotong Akar Ketidakadilan Sosial
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti




Oleh : Budi Puryanto, Pemred 




Tidak bisa ditolak bahwa faktanya Ketua DPR RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (LaNyalla) adalah salah satu dari sedikit pemimpin negara yang sangat rajin turun kebawah (turba). Bertemu langsung dengan stakeholder daerah, tokoh-tokoh serta warga masyarakat.Kesempatan itu dipergunakan untuk menyerap aspirasi rakyat serta mendengar persolan-persoalan yang sedang dihadapi oleh rakyat.

“Sejak saya dilantik sebagai Ketua DPD RI pada Oktober 2019 lalu, saya memutuskan untuk turun langsung ke daerah, untuk melihat dan mendengar secara langsung aspirasi dan permasalahan yang dihadapi daerah dan stakeholder yang ada di daerah,” kata LaNyalla.

Dan hingga hari ini, dia sudah keliling ke 33 Provinsi di Indonesia. Kurang satu saja, Kalimantan Tengah. Insya Allah akan dituntaskan semua di tahun ini.

“Dari perjalanan itu, saya menemukan satu kesimpulan, mengapa hampir semua permasalahan di daerah sama. Mulai dari persoalan sumber daya alam daerah yang terkuras, hingga kemiskinan. Setelah saya petakan, ternyata akar persoalannya ada di sektor HULU. Bukan persoalan yang ada di daerah, atau di HILIR,” jelasnya dalam paparan FGD di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Rabu (27/10/2021).

Pemuda bersatulah membangun Indonesia. Semoga semangat juang para pemuda 93 tahun lalu tidak akan pernah lekang oleh waktu. Pemuda jangan mau dipecah belah. Karena, kemajuan suatu bangsa terletak dalam genggaman para pemuda. “Selamat Hari Sumpah Pemuda. Mari kita kobarkan semangat pemuda ke seantero penjuru Indonesia.” “BERSATU, BANGKIT DAN TUMBUH” AA LANYALLA MAHMUD MATTALITTI KETUA DPD RI #harisumpahpemuda2021 #bersatubangkittumbuh #sumpahpemuda #pemudaindonesia #jayalahpemudaindonesia #pemudaindonesiabersatu

Dia menjelaskan, akar persoalan yang ada di sektor HULU adalah ketidakadilan sosial. Padahal keadilan sosial adalah tujuan hakiki dari lahirnya negara ini, seperti dicita-citakan para pendiri bangsa dan menjadi sila pamungkas dari Pancasila.

Mengapa Keadilan Sosial sulit terwujud? Ternyata karena adanya kekuatan modal dan kapital dari segelintir orang untuk mengontrol dan menguasai kekayaan dan kekuasaan.

“Inilah yang belakangan sering disebut dengan istilah Oligarki.Dimana oligarki dibangun atas dasar kekuatan modal kapital yang tidak terbatas, sehingga mampu menguasai dan mendominasi simpul-simpul kekuasaan. Dan kemudian oligarki beroperasi dalam kerangka kekuasaan yang menggurita secara sistemik,” jelasnya.

Mengapa ini bisa terjadi? LaNyalla menegaskan, karena memang dibuka peluang untuk terjadinya dominasi segelintir orang yang memiliki modal untuk menguasai dan menguras kekayaan negara ini.

Maka pembenahan atau koreksi atas hal itu harus dilakukan di sektor HULU. Bukan di wilayah HILIR. Juga bukan dengan sibuk
melakukan kritik kepada pemerintah atau presiden. Karena presiden hanya menjalankan konstitusi dan peraturan perundangan.

“Karena itu saya datang ke kampus-kampus untuk menggugah kesadaran publik. Untuk memantik pemikiran kaum terdidik dan para
cendekiawan agar terbangun suasana kebatinan yang sama, yaitu untuk memikirkan bagaimana Indonesia ke depan lebih baik. Bagaimana Indonesia bisa menjadi negara seperti yang dicita-citakan para pendiri bangsa ini,” tegasnya.

EDITOR : REYNA







banner 468x60