Informasi Dari Korea Tentang Teknologi Mobil Listrik

Informasi Dari Korea Tentang Teknologi Mobil Listrik



Oleh: Ahmad Cholis Hamzah

Ahmad Cholis Hamzah

Perkembangan dunia teknologi saat ini begitu cepatnya termasuk penemuan mobil listrik atau EV – Electric Vehicle yang akan mengganti mobil dengan menggunakan bahan bakan bensi. Indonesia yang memiliki sumber daya alam berupa nikel dipercaya akan membuat Indonesia masuk pada industri pembuatan mobil listrik karena nikel merupakan bahan baku penting untuk batrei mobil listrik.

Masyarakat umum masih memiliki informasi terbatas tentang perkembangan teknologi mombil listrik ini, yang diketahui umum bahwa batrei mobil listrik itu di charge selama 4 jam agar membuat mobil listrik ini mampu menempuh jarak 400 km. Masyarakat juga bertanya apakah infrastruktur kendaraan listrik menggemparkan dunia ini sudah dibangun, misalkan tempat-tempat untuk me-recharge batrei. Sekarang, penelitian baru dalam perkembangan mobil listrik ini adalah tentang baterai lithium-ion yang dapat memperluas jangkauan mengemudi EV hingga sepuluh kali lipat.

Dua universitas riset terkemuka Korea Selatan – Universitas Sains dan Teknologi Pohang (POSTECH) dan Universitas Sogang – telah bergabung untuk menciptakan bahan baru yang secara radikal dapat memperluas kapasitas pengisian baterai EV.Bahan baru yang dikembangkan oleh para peneliti menggunakan ikatan hidrogen dan gaya Coulombik – paling baik disimpulkan sebagai daya tarik antara muatan negatif dan positif, menurut SciTechDaily. Dengan memerangi kekurangan bahan anoda berkapasitas tinggi, kekuatan gabungan ini memungkinkan para peneliti untuk menggunakan silikon dan bahan berkapasitas tinggi lainnya yang sebelumnya terlalu tidak dapat diandalkan untuk digunakan secara luas dalam baterai EV.

Silikon dan bahan anoda berkapasitas tinggi lainnya memiliki setidaknya 10 kali kapasitas bahan yang saat ini digunakan, seperti grafit. Para peneliti menemukan bahwa dengan menghilangkan kobalt dan meningkatkan jumlah lithium dalam baterai EV, kepadatan energinya secara substansial meningkat dan mempertahankan sebagian besar kapasitasnya setelah ratusan kali pengisian daya, menurut Business Korea.

Kendaraan listrik semakin populer — pasar EV global melewati $1 triliun dalam penjualan pada tahun 2022, dan lebih dari 750.000 EV dijual di Amerika Serikat saja, menurut SciTechDaily dan Inside EVs. Popularitas kendaraan listrik datang berkat jejak lingkungan mereka (mereka menggunakan listrik alih-alih sumber energi kotor), serta menghindari biaya bahan bakar dan insentif keuangan yang ditawarkan oleh keringanan pajak pemerintah.

Salah satu faktor yang menyebabkan skeptisisme konsumen tentang EV adalah jangkauannya, yang membuatnya tampak sulit untuk melakukan perjalanan yang lebih lama – meskipun orang telah melakukan perjalanan lintas negara dengan EV tanpa hambatan. Dengan memperluas kapasitas jangkauan untuk baterai EV, kecemasan jangkauan bisa menjadi ketakutan masa lalu. Soojin Park, profesor kimia di POSTECH dan salah satu peneliti utama dalam proyek tersebut, menjelaskan temuan timnya.

“Penelitian ini memiliki potensi untuk secara signifikan meningkatkan kepadatan energi baterai lithium-ion melalui penggabungan bahan anoda berkapasitas tinggi, sehingga memperluas jangkauan mengemudi kendaraan listrik,” katanya kepada SciTechDaily. “Bahan anoda berbasis silikon berpotensi meningkatkan driving range setidaknya sepuluh kali lipat.”

Sementara itu para peneliti di Universitas Chung-Ang di Korea Selatan telah menemukan bahwa elektrolit konsentrasi tinggi dapat meningkatkan efisiensi baterai lithium-ion, membuat kendaraan listrik lebih hijau.

Para peneliti telah berfokus pada solusi elektrolit yang digunakan dalam baterai dan telah mempelajari dampak elektrolit konsentrasi tinggi pada kinerja mereka, menemukan bahwa elektrolit ini meningkatkan keterampilan pengisian cepat dan mencegah masalah seperti pembengkakan sel yang disebabkan oleh lapisan lithium. Para peneliti berpikir bahwa penemuan mereka akan mendorong adopsi kendaraan listrik secara luas dan akan berkontribusi pada penurunan emisi karbon. Studi ini telah menganalisis penggunaan beberapa elektrolit, seperti yang didasarkan pada karbonat linier dengan LiPF6 pekat, untuk meningkatkan kinerja baterai lithium-ion.

Kita di Indonesia tentu menunggu temuan-temuan baru para ahli di dunia dan di Indonesia tentang bagaimana mobil listrik itu lebih efisien dibandingkan dengan mobil konvensional dan lebih ramah lingkungan.

Editor : Reyna
Artikel sama dimuat di Optika.id




http://www.zonasatunews.com/wp-content/uploads/2017/11/aka-printing-iklan-2.jpg></a>
</div>
<p><!--CusAds0--><!--CusAds0--></p>
<div style=